Implementasi ISO 13354 Sistem Keselamatan Pengeboran

Implementasi ISO 13354 Sistem Keselamatan Pengeboran dan 5 Hal yang Tidak Boleh Diabaikan
Dalam kegiatan pengeboran minyak dan gas, kemunculan aliran gas dangkal (shallow gas) dapat mengubah situasi operasional dalam waktu singkat. Tekanan dan aliran gas yang berkembang cepat membuat kru memiliki waktu terbatas untuk mengambil keputusan. Jika sistem pengalihan gas tidak bekerja sebagaimana mestinya, risiko terhadap fasilitas, personel, dan kelangsungan operasi dapat meningkat.
Karena itu, implementasi ISO 13354 sistem keselamatan pengeboran perlu menjadi perhatian perusahaan yang menjalankan kegiatan pengeboran di darat maupun lepas pantai. ISO 13354:2014 secara khusus mengatur persyaratan pemilihan peralatan shallow gas diverter, termasuk perangkat penyekat, saluran pembuangan, katup, dan perpipaan diverter.
5 Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Implementasi ISO 13354
Penerapan standar ini tidak cukup dilakukan dengan menyediakan peralatan di lokasi pengeboran. Perusahaan perlu memastikan setiap komponen sesuai dengan kondisi operasi dan dapat menjalankan fungsi yang direncanakan.
1. Jangan Mengabaikan Karakteristik Formasi
Sebelum pengeboran dimulai, pahami potensi keberadaan formasi yang mengandung gas dangkal. Informasi geologi dan kondisi sumur menjadi pertimbangan dalam menentukan kebutuhan sistem diverter. Kesalahan membaca kondisi formasi dapat membuat pemilihan peralatan kurang sesuai.
2. Periksa Kesesuaian Komponen Diverter
Sistem diverter terdiri dari beberapa bagian yang saling mendukung. Perusahaan perlu mengevaluasi perangkat penyekat annular, katup diverter, saluran keluaran gas, dan perpipaannya. Pastikan konfigurasi peralatan sesuai dengan desain rig serta kebutuhan operasi.
3. Hindari Penempatan Saluran Pembuangan Sembarangan
Saluran pembuangan gas harus direncanakan dengan mempertimbangkan keselamatan fasilitas dan personel. Arah aliran, posisi outlet, serta konfigurasi perpipaan perlu diperiksa agar gas tidak diarahkan ke area yang justru meningkatkan potensi bahaya.
4. Jangan Melewatkan Pemeriksaan Sebelum Pengeboran
Pemeriksaan sebelum operasi atau pre-spud checks membantu memastikan kesiapan sistem. Perusahaan juga perlu menyelenggarakan pertemuan persiapan dan latihan tanggap terhadap kemungkinan aliran gas dangkal. Dengan demikian, kru memahami peran masing-masing ketika menghadapi kondisi darurat.
5. Jangan Menunda Inspeksi dan Pemeliharaan
Peralatan yang pernah berfungsi dengan baik belum tentu selalu berada dalam kondisi optimal. Erosi, kerusakan komponen, dan penurunan kondisi perpipaan dapat memengaruhi keandalan sistem. Jadwalkan inspeksi, pengujian, serta pemeliharaan berdasarkan kebutuhan peralatan dan dokumentasi teknisnya.
Aspek persiapan operasi, inspeksi, dan pemeliharaan tersebut juga dibahas dalam ISO 13354.
Mengapa Pendampingan Implementasi Dibutuhkan?
Setiap rig memiliki konfigurasi dan kondisi operasi yang berbeda. Oleh sebab itu, penerapan ISO 13354 perlu mempertimbangkan desain fasilitas, karakteristik pengeboran, serta persyaratan teknis yang berlaku.
Kami membantu perusahaan memahami ruang lingkup ISO 13354, meninjau kesiapan dokumentasi, dan mengidentifikasi aspek teknis yang perlu diperhatikan. Perlu dipahami bahwa ISO 13354 merupakan standar teknis pemilihan peralatan diverter, bukan sertifikasi sistem manajemen perusahaan yang berdiri sendiri.

Baca juga: Konsultasi ISO 22442 Sistem Kontrol Bahan Biologis untuk Industri Alat Kesehatan
🏢 Kontak Resmi & Pendampingan
- INDONESIA SERTIFIKASI STANDARD Mitra Terpercaya Pendampingan Compliance & Sertifikasi Indonesia
- Dapatkan Penawaran & Pendampingan Sertifikasi Klik: https://sertifikasi-iso.id/sertifikasi-iso/
📞 Telepon / WhatsApp Fast Response: 0821 1352 1977
✉️ Email Resmi: iss.isosertifikasi@gmail.com
🌐 Website Official: www.sertifikasiisoindonesia.com
https://www.iso-sertifikasi.id/ and https://sertifikasi-iso.id/
👉 [Klik Di Sini Untuk Konsultasi ISO 13354 Via WhatsApp]
“Didukung oleh PT. Indonesia Sertifikasi Standard Mitra Terpercaya Pendampingan & Sertifikasi.”